|
Pagi ini rombongan Letto hendak berangkat menuju kota Sinjai Makassar
untuk menjalankan kewajibannya menghibur warga disana. Walau masih diselimuti
oleh suasana yang menyedihkan di Wonogiri Jawa Tengah, toh mau tak mau Letto
harus tampil maksimal. Sesaat suasana didalam ruangan pesawat jadi hening
ketika pesawat hendak lepas landas, terutama di baris kursi yang di isi oleh
rombongan Letto, terlihat wajah-wajah pasrah penuh lelah.
Setelah hampir sekitar dua jam udara, rombongan Letto tiba
di Bandara Hasanuddin Makassar, dan sudah di
tunggu oleh pihak penyelenggara lengkap dengan barisan Satpol PP, yang kemudian
ikut membantu mengangkut peralatan ke dalam bus yang telah di sediakan. Sesaat
setelah semua peralatan masuk ke dalam bus, pihak penyelenggara mengajak All
Letto Team untuk sarapan pagi di sebuah restoran siap saji yang ada di bandara,
sambil menunggu Dewi-Dewi yang ternyata juga ikut mengisi perayaan hari jadi
kota Sinjai tersebut. Selanjutnya setelah Dewi-Dewi datang di bandara
Hasanuddin Makassar, tepat pukul 11.00 WITA kita pun berarak-arakkan hingga 6
mobil menuju kota
Sinjai yang memakan waktu tempuh sekitar 3-4 jam dari Bandara Hasanuddin
Makassar .
Setelah sekitar tiga jam lebih kita melewati jalan yang
berliku-liku, membelah gunung dan melewati hutan, sampailah di kota Sinjai tepat pukul 14.45 WITA. Semua
rombongan yang diarak dari Bandara Makassar itu ternyata sudah ditunggu ratusan
warga yang menunggu kedatangan rombongan di sekitar kediaman dinas Bupati
Sinjai, dan saat itu juga petugas Satpol PP membuat pagar betis sebagai bentuk
penjagaan ketika turun dari bus. Pak Bupati pun sudah menunggu di depan pintu
menyambut rombongan kita dengan wajah sumringah dan berkata "silahkan masuk dan
beristirahat sejenak sambil menikmati santapan yang ada".
Bagai gayung bersambut, rombongan Letto pun kembali ceria. Dengan
hati ikhlas nan gembira segera menyambut tawaran dari Bupati Sinjai, "ngelih
dab!", ujar Dhedot dengan wajah berseri. Setelah perut terisi, rombongan
bergegas menuju venue untuk melakukan Sound Chek, akan tetapi sesampainya
disana para penggemar sudah memenuhi sebagian lapangan. Begitu luar biasa hingga
bisa seperti ini mengingat acara akan berlangsung sekitar 4 jam lagi.
Teman-teman player yang semula akan melakukan sound chek mengurungkan niatnya
dan memilih untuk beristirahat di tempat yang sudah di sediakan penyelenggara.
Sesampainya di wisma tempat peristirahatan, Noe, Patub,
Arian dan Aldi segera masuk ke lobby wisma dan meminta kunci kamar untuk Noe
yang terus di kejar-kejar teman-teman pLettonic Sinjai hingga ke wisma.
Sedangkan Dedhot dan HC sibuk menurunkan dan mengumpulkan barang-barang dari
bagasi bus dan membawanya ke kamar Patub. Saat itulah ada kejadian yang kita
semua tidak mengetahuinya, pintu kamar Noe di buka tanpa izin oleh petugas
berseragam pemerintahan yang mengantar rombongan Letto ke wisma itu. Noe yang
sedang tidur-tiduran melepas lelah pun terkejut dan tak bisa berbuat apa-apa,
sehingga para pLettonic yang rata-rata cewek-cewek itu dengan leluasa menghampiri
Noe yang sedang melepas lelah itu untuk berfoto dan meminta tanda tangan.
Sebenarnya Letto tidak pelit dengan hal ini, terutama Noe. Dia tidak pernah mempermasalahkan
jika ada teman pLettonic yang ingin berfoto atau sekedar meminta tanda tangannya,
akan tetapi sangat diharapkan teman-teman pLettonic juga tahu dan mengerti
bagaimana "lelahnya" teman-teman player.
Pukul 19.00 WITA rombongan sudah bersiap-siap menuju venue,
tapi sebelum itu rombongan di ajak kembali ke rumah dinas Pak Bupati untuk
meghadiri jamuan makan malam. Setelah jamuan selesai, rombongan Letto langsung
menuju venue.
Begitu sampai di venue, Letto langsung masuk ke dalam tenda artis,
disitu sudah hadir MC Asty Ananta dan Yadi Arab, Dewi-Dewi n Band, Adit AFI n
Band, dan Artis KDI.
Letto memulai aksi panggungnya tepat pada pukul 11.00 WITA, lantunan
musik pembuka yang gembira dan enerjik mengawali penampilan Letto yang kemudian
di sambung dengan lagu Truth, Cry, and Lie. Serentak ribuan penonton yang memadati
alun-alun kota itu bergoyang dan berjingkrak, disusul dengan penampilan
lagu-lagu terbaik seperti Sandaran Hati, Love of Sebenarnya Cinta, Ruang Rindu
dan Permintaan Hati, sehingga membuat panas suasana dan segera terdengar
teriakan "air... air... air...." dari penonton. Dengan sigap petugas pemadam kebakaran yang
telah dipersiapkan menyemprotkan air ke area penonton.
"Masih semangat untuk bergoyang...?", tanya Noe pada penonton.
Serentak penonton menjawab "masiiiiih....". Kemudian Patub langsung menuju ke bibir
panggung dengan sitarnya dan memainkan melodi ala Timur Tengah, persembahan
yang sangat spesial pada malam ini. Letto memainkan lagu Sampai Nanti Sampai
Mati dengan versi barunya itu. Secara spontan, Asty Ananta dan Yadi Arab yang
menjadi MC pada acara malam itu ikut maju ke depan panggung dan segera
bernyanyi bersama.
Tepat pukul 24.00 WITA acara dihentikan sejenak untuk
menantikan detik-detik pergantian waktu hari jadi kota Sinjai yang berusia 444 tahun. Upacara dimulai
dengan pemotongan kue ulang tahun oleh Bupati Sinjai. Selanjutnya kemeriahan
ulang tahun itu di lanjutkan Letto dengan lagu yang meriah, energik dan penuh
kebebasan "Liberty".
Semua penonton berjingkrak riang, dan Letto menutup semua rangkaian acara
dengan hit single "Sebelum Cahaya" yang di iringi dengan pesta kembang api.
Trackback(0)
 |
Tapi keren waktu disinjai...sayangnya banyak plettonic yang g mo ngertiiii..kan kacian mas noenya..
Tapi aku ceddih :cry kemaren aku temenin ibu..aku dkk duduk dideretan undangan..eh..mas noe g nyapa kita2..cuma yang disamping kanan kiri doang.. :sigh
Padahal yang histeris dan nyanyi teriak2 kita2 yang ditengah..
huk..huk.. :cry