|
"Tangi... tangi...!! Ayo tangi...!! Wes jam telu lewat ki....", teriak salah satu juru ngelu yang saat itu berusaha membangunkan Dhedi, Patub, Noe dan Arian... Koyo bulan puoso yo... yahene wes kudu tangi.... "Sahuuurr... Sahur...!" teriak Dhedi sambil berusaha gojek untuk menyatukan nyawanya kembali, hehehe...
Pukul 03.15 WIB pagi yang masih buta, suasana yang masih sunyi dan sepi, dan hawa dingin yang masih begitu kental terasa, kita sudah harus memulai aktivitas hari ini untuk shooting pembuatan video klip lagu "Memiliki Kehilangan", lagu yang akan menjadi hits single ke empat di album Don't Make Me Sad setelah Sebelum Cahaya, Hantui Aku, dan Permintaan Hati. Dan suasana yang semula sunyi dan hening berubah menjadi sedikit ramai, Noe, Arian, Patub dan Dhedi langsung segera berbenah dan bersiap-siap untuk berangkat menuju hotel Winotosastro di jalan Parangtritis dimana tim dari Luma Production yang akan membuat video klip kumpul dan menginap. Sekitar 15 menit mobil yang ber-CC 2000 itu telah mengantarkan kita dari basecamp sampai di hotel itu, dan sambil menghangatkan badan dengan teh manis, secara bergantian Noe, Patub, Dhedi dan Arian di make up oleh tim penata rias Luma Production. Setelah semua persiapan selesai, pukul 04.15 WIB kita semua langsung menuju lokasi shooting di Parangkusumo, dan kurang lebih 45 menit kita sudah sampai di Parangkusumo. Sesampainya disana, tim produksi Luma Production langsung bergegas tanpa komando menyiapkan segala keperluan shooting, dari memasang kamera, mengcroschek kembali gubuk yang akan dipakai, hingga menyiapkan sesuatu yang di butuhkan oleh perut, sarapan bo...!! Tepat pukul 06.00WIB shooting dimulai, di sceen pertama Edwin sang sutradara mengambil adegan Restu Sinaga salah satu model dalam klip ini, sedang menunggangi kuda dengan costum ala film laga Saur Sepuh dengan pedang besar di punggungnya. Dalam adegan ini, Restu mengalami kesulitan dalam mengendalikan kuda itu agar mau berlari berputar 160 derajat dengan gagah, pasalnya selain kuda yang memang sedikit liar, Restu juga belum terbiasa menunggangi kuda, tapi dengan semangat yang besar akhirnya Restu bisa mengendalikan kuda itu sesuai dengan apa yang di instruksikan oleh sutradara. Scene selanjutnya giliran Noe, Patub, Arian dan Dhedi yang berakting di gubuk itu, dalam aktingnya Patub, Arian dan Dhedi di minta seperti orang yang sedang malamun dengan pandangan kosong seolah-olah seperti meratapi sebuah kehilangan, sedangkan Noe tetap terus bernyanyi mengikuti lirik lagu. Setelah adegan di gubuk itu selesai, selanjutnya teman-teman Letto beristirahat sambil menikmati nasi kuning dan minuman dingin, tim dari Luma Production mempersiapkan lokasi shooting selanjutnya di gurun pasir Parangkusumo di bawah cuaca yang sedikit panas tapi tetap bersahabat, dan semua itu tidak membuat kita jadi malas dalam mempersiapkan segalanya agar video klip ini tetap sempurna. Pengambilan gambar dan adegan selanjutnya, Patub, Noe, Arian dan Dhedi terlihat lebih bersemangat, bar sarapan sego kuning je... dengan guitar kesayangannya Patub terus memainkan melodi-melodi dengan penjiwaan yang dalam, begitu juga dengan Noe yang adegannya bernyanyi sambil jalan perlahan melewati Dhedi dan menghampiri Patub, tampak serius menghayati lagu miliknya itu, sedangkan Arian asik memetot bass miliknya sambil sesekali melayangkan arah pandangnya yang kosong ke sudut yang sangat jauh. Sungguh mengharukan dalam adegan yang satu ini, apalagi klo kita preview kejadian di sela-sela jeda shooting, dimana Noe harus membuang kejenuhannya dengan duduk dengan kepala menunduk menghindari sinar panas matahari sambil memainkan pasir, sambil nyengir Patub terus berlatih adegan dengan menggulung celananya sebatas lutut karena menahan sumuk, Arian terpaksa berteduh di bawah guitar bass miliknya dengan posisi jongkok, dan Dhedi terus berdiri dengan mimik wajah menahan panas terik, panas yo dab...!! Tapi semua itu tidak membuat mereka jadi patah semangat, agar shooting ini bisa mendapatkan hasil yang bisa kita banggakan... Siip!! Dan pada scene berikutnya, teman-teman Letto take dengan background tembok dengan adegan Noe yang bernyanyi sambil berjalan mundur dan Patub berjalan kesamping sambil memainkan senar guitarnya sedangkan Arian berdiri diam memainkan bass dan Dhedi berdiri di belakang Arian dengan arah pandangan yang jauh. Kemudian giliran Dominic model dalam klip ini selain Restu yang shooting, walau panas terik matahari begitu menyengat Dominic tetap bersemangat dalam menerapkan adegan yang di minta sutradara. Shooting terus berjalan sesuai dengan konsep yang ada, alhamdulillah tepat pukul enam sore lebih dikit semua aktivitas shooting selesai, kita semua pun berjabat tangan saling berpelukan dengan senyum kemenangan, rasa capek, penat, dan kulit yang menjadi hitam karena panas seolah-olah sirna begitu saja, karena kita bisa menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik dan sesuai dengan rencana, dan semoga hasilnya nanti juga bisa sesuai dengan harapan kita. Amiiiinn....
Trackback(0)
 |