Letto Blog
A short description about your blog
Tags >> Opini
“Amerika menghormati negara-negara Islam. Karenanya, kita segera menyelesaikan masalah Irak. Amerika adalah teman semua negara.” (pidato kenegaraan pertama Obama, 20 Januari 2009). Banyak pihak berharap dapat melihat Amerika yang lebih ‘santun’ pasca terpilihnya Barack Hussein Obama sebagai presiden Amerika ke-44. Tak terkecuali negara-negara Islam yang memiliki hubungan kurang ‘harmonis’ dengan negeri Paman Sam. Jika dilihat dari kebijakan luar negerinya, Obama sendiri telah mencanangkan suatu kebijakan yang mengedepankan soft policy dalam hubungan multilateral ke negara-negara muslim, namun tetap menerapkan hard power terhadap kelompok teroris yang mengancam negaranya.
"DHEDOOOOT...!! "Yah.., waktunya habis!!" Celetuk temanku di kelas saat ada teman lain kelamaa jawab pertanyaan Dosen. Mendengar itu Aq mengingat sesuatu. "Kayaknya pernah denger.." Hehehe.. Ternyat nama drummer-nya Letto. Penggebuk White Sakura yang banyak digilai cewek2. (gila dalam konteks bahasa indonesia ya, bukan gila dalam bahasa jawa, hehehe) Yap, namanya mirip dengan nada di kuis-kuis, yang biasanya buat tanda kalo waktu sudah habis atau jawabanya salah. Karena kalo bener biasanya bunyinya "Trwiiiii..iing"
"Tetap melangkah..dan keraskan hati, Di setiap hari. Sampai nanti..sampai mati..!!" Itulah lagu Letto yang membuat Aq jatuh cinta pada pendengaran pertama. Itu masih duluuuu banget, sebelum Aq menginjakkan kaki di bumi Jogja. Haahahahaha... Lagu ini unik sekaligus asik, memberikan semangat. Lagu ini seakan lagu jawaban curhat. Jadi Aq selalu membayangkan Aq sedang curhat tentang suatu masalah, dan ada yang menanggapinya dengan lagu ini. Jatuh cintaku pada "Sampai nanti Sampai Mati" inilah yang mengikatku, membawa penasaranku ke lagu-lagu letto berikutnya. Sungguh tak seperti yang lain. Penuh makna.
aku pernah merasakan saat2 paling berat dalam hidup. saat aku tak bisa lagi bangun dari jatuh.saat tak ada orang yang bisa membantuku.bahkan orang tuakupun ikut memojokkan aku.teman2 yang seharusnya bisa membantuku hanya diam..
Cuplikann tentang seorang anak SMA yg pesimis : n----: dee ntar libur mlai kapan? dee: tgl 25
Ada saatnya kita harus diam dan ada saatnya kita harus bicara…. Itu nasehat yang diberikan seseorang pada aku, saat aku mengungkapkan permasalahan yang aku hadapi.
Saat sendiri memang sepi... tapi kan bukan berarti kita benar-benar sendiri... Ada Tuhan di sisi kita bukan?? bila kamu sendiri, janganlah kamu bersedih hati...
Kita tidak bisa menyetir hati orang. Itu pasti. Saya pernah diminta masuk ke dalam sebuah komunitas untuk membenahi sesuatu di dalamnya. Sejak awal saya menginjakkan kaki di sana, aroma permusuhan langsung menguar. Sama sekali tak ada tatapan bersahabat, apalagi senyum. Bicara pun ketus, meski saya sudah bicara selembut dan serapi mungkin. kesal? ya, tentu saja. Jengkel? ya tentu. Tapi..pikir saya kemudian, haruskah saya marah pada mereka yang bersikap demikian ataukah saya perlu memilah-milah, mana yang patut saya jengkeli, mana yang tidak.
Saya ingat, waktu masih sekolah dulu punya seorang teman bernama Rima. Orangnya baik, pintar, setia kawan dan selalu gembira. Rima selalu bisa menertawakan berbagai lelucon. Ia juga bisa menceritakan berbagai kisah lucu. Yang asyiknya, saat ujian dia tidak pernah pelit. Dia selalu mau berbagi jawaban. Karena itu tak mengherankan, setiap akan ujian kami semua berebut-rebut duduk di dekatnya. Saat ujian Rima selalu tampil sebagai pahlawan.
Akhirnya..... Selamat datang di LettoBlog! Salah satu fitur baru dimana teman-teman plettonic bisa menuliskan apapun! Artikel, puisi, uneg-uneg, dan pokoknya apapun yang ada di hati dan pikiran masing-masing. CURHAT juga tak dilarang disini!
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
pLettonic Stats
| 2758 registered | | 0 today | | 1 this month |
|