Dies Natalis ke 5 RAKN Bojonegoro

Begitulah kira-kira list yg terjadi malam ini itu.. Jadi Sudah pahamkan list terpenting di atas itu apa…??
-Alhamdulillah kalo paham…-

Event kali ini kami berangkat tidak full tim, karena salah satu dari kami sedang berduka, yaitu ibu kandung dari mas Darto meninggal dunia di pagi sebelum kami berangkat menuju ke bojonegoro..

Singkat cerita kami pun bergegas menuju bis.. Dan Seperti biasa para penghuni bis sudah tau di mana tempat mereka hinggap di kursinya masing-masing..

Setelah “patrab” di posisinya, mulailah keributan terjadi. “Kok bantale ra onooo???” “Selimutku ndi???” “Hmmm mesti mok colong!!..”

Selain jadi kebutuhan pokok untuk kenyamanan di perjalanan, selimut dan bantal juga menjadi bahan “cemooh” di dalam bis “Saling fitnah di dalam kasih sayang..”
-Wis intine bar kui mangkat bojonegoro dengan segala pernik- pernik di perjalanan-

Sesampai di bojonegoro kami langsung menuju hotel untuk sarapan dan istirahat sejenak.

Di sela waktu istirahat dan menunggu jadwal soundchek kami mendapat kabar duka adik ipar dari mas Ari meninggal, alhasil mas Ari pun harus ijin pamit pulang ke jogja. Otomatis acara “ngetoni” kami malam ini posisi Ari di gantikan Cornel sebagai bassis “Ad-hock”.

Dengan segala keyakinan dan keteguhan hati acara “ngetoni” Malam Dies Natalis ke 5 RAKN Di bojonegoro Alhamdulillah berjalan lancar dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Antusias Penonton pun tak surut sampai akhir Pertunjukan.

Seusai acara kami langsung kembali ke hotel dan melanjutkan pulang ke jogja.
Begitulah kira-kira cerita atau semacam reportase kali ini..

Dan tanpa mengurangi rasa hormat dan tanpa harus “ngelike” maupun “subcribe”, Al-fatiah teruntuk ibu (alm) dari mas Darto dan adik ipar (alm) mas Ari, semoga amal ibadahnya di terima di sisi-Nya.
Aminn…

Maturnuwun salam dan bahagia…