Laporan Pandangan Mata Malam Pergantian Tahun 2017-2018 LETTO

Jogja, 31 Desember 2017

Malam pergantian tahun ini, Letto dipercaya menghibur acara di kota sendiri yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, di GOR Kaliurang, Jogjakarta.

Teknis pertama yang terlintas adalah jalanan yang bakal puadet, macet, kemruwek dan potensial menaikkan tensi darah. Maka diputuskan berangkat lebih siang, barengan dari Kadipiro (kecuali Mas Cornel dan Mas Widi, rumahnya lebih dekat menuju lokasi). Sekitar jam 1 siang, kami 4 iringan mobil, ‘pancal’ gas.

Sekilas Kaliurang, adalah salah satu obyek wisata yang menawarkan pemandangan alam dan hawa sejuk Lereng Gunung Merapi. Terletak di sisi selatan Gunung Merapi, Kaliurang layak dicantumkan dalam daftar tujuan wisata di Jogja. Berjarak kurang lebih 20KM dari pusat kota ke arah utara.

Ok, setelah lebih kurang menempuh waktu 40 menit, sampai kita di, sebut saja, villa transit. Benar saja, terasa sekali perbedaan suhu dan kesegarannya, begitu keluar dari mobil. Kesejukan alami terhirup melegakan. Tak kalah dengan mata yang juga dimanjakan di kompleks villa itu. Lanskap yang asik, bangunan yang menarik, taman dan arena bermain anak juga tersedia penuh warna. Cocok untuk liburan keluarga.

Letto dijadwalkan naik panggung jam 23.30 wib. Tapi sebelum itu, sekitar pukul 3 sore, teman teman tim “Berang-Berang” melakukan ibadah “soncek”. Yang kebetulan ‘venue’ hanya di seberang jalan. Sembari menunggu soncek dan jam main, kami (player) wedangan, diskusi dan ngobrol tentang apa yang sekiranya akan diraih di tahun 2018. Salah satu tema yang mencuat adalah ALBUM BARU. (Yeaaayy!!!👏👏)

Tak terasa waktu berlalu cepat, matahari yang dari siang tertutup mendung pun sudah tidak menampakkan cahayanya. Hawa dingin Kaliurang menyeruak dengan cepat, menembus kulit menggigit tulang. Ketika kemudian ada tamu dari temen-temen media cetak dan tivi lokal mengajak kami wawancara. Tapi karna kami yang belum mandi dan gosok gigi, memutuskan untuk janjian di jam 22.30 wawancaranya.

Waktu menunjukkan jam 10 malam lebih, ketika kami sudah keliatan ganteng (polesan dan temporari sihh). Sembari menunggu temen-temen media, ritual kopi adalah wajib ✌☺✌. Sruput dhakkkbhullll… selang sepeminuman dan sebatang rokok. Temen-temen media datang dan sesi wawancara pun terjadilah. Pertanyaan standar yang muncul saat malam taun baru adalah soal, RESOLUSI. Masing masing dari kami pun menjawab. (Pertanyaan yang sama buat temen-temen pembaca dan Plettonic, apa resolusi kalian? Tulis di Komentar ya?)

Wawancara selesai setelah kurang lebih 20 menit dan dilanjut sesi foto-foto. Dan temen-temen media pun pamit. (Maturnuwun nggih Prokonco media 🙏)

Saatnya berangkat ke panggung, ketika jam menunjuk 23.15 wib. Cukup berjalan kaki dan diiringi konco-konco panitia, kami menuju panggung. Dan ternyata banyaknya panggung hiburan di malam taun baru dan ditambah informasi ada panggung Dangdut di seputaran Kaliurang, membatalkan kecemasan saya soal jumlah penonton. Ramai sekali yang sudah berada di depan panggung. Dan selama pertunjukan, energi mereka luar biasa. Bahkan ketika kami harus memenggal acara dengan pesta kembang api saat pas jam 00.00 wib. Sedikitpun tidak berkurang semangat mereka ikut bernyayi di sesi kedua sampai acara selesai.

Terimakasih teman-teman Plettonic dan semua yang hadir.

*Catatan dan pertanyaan kecil dari 2017:

Terbayang tidak, seandainya kesadaran kita tentang sampah yang tidak dibuang sembarangan, dan semangat serta realisasi penyediaan tempat sampah yang memadai dari semua level pemerintahan bersambut?

Mari memejam mata sejenak, nawaitu, buka mata, laksanakan!

Jogja, 4 Januari 2018