Lestari Kretek Lestari Indonesia

Reportase Event 25 november 2017, Lap. Minggiran, Jogja

Alhamdulillah, Jumat siang kami mendarat di Kantor dengan selamat sepulang dari Gresik. Disambut hujan dan udara dingin, tentu saja lalu kami rayakan dengan ngopi dan rokokan sambil istirahat sebentar sebelum pulang ke rumah masing-masing. Hari ini kami libur sehari, kemudian Sabtu malam 25 November 2017 kami dijadwalkan ngetoni di Lap Minggiran, Jogja.

Sabtu pagi, pasukan berang-berang (julukan yang dipakai oleh teman-teman tekhnisi/crew kami) dijadwalkan soundcheck jam 7 pagi, karena siang harinya venue sudah harus clear area untuk berbagai rangkaian acara yang memang dimulai dari siang. Jam 8 pagi setelah sarapan soto dengan teman, saya menyusul ke venue untuk ikut soundcheck, setelah sampai di venue sudah ada pasukan berang- berang yang sudah sibuk mempersiapkan soundcheck. Mas Bagus sedang mengkondisikan semua channel aman, Oot sedang khusuk membangun drum, Darto & Indra menyiagakan gitar & bass, Kukuh juga sedang menginstalasi keyboard & squencer sambil sesekali memotret untuk dokumentasi kami, kemudian datang juga Patub & Pupuh yang menemani Bapaknya untuk ikut soundcheck. Tapi ketika proses soundcheck baru setengah jalan, saya pamit duluan karena ujug-ujug alarm dari perut bergejolak dan sulit untuk ditunda lagi hahahaaa… jadi saya datang soudcheck tapi tidak ikut, ikut datang tapi tidak soundcheck, aassshh angil hahahaaa…

Lestari Kretek Lestari Indonesia, adalah tajuk konser Festival Kretek yang digelar malam itu, acara yang berlangsung selama 2 hari Jumat & Sabtu itu mengumpulkan para buruh dan penggiat Kretek, dan juga stand-stand industri makanan kecil. Selain itu, acara ini juga menyuguhkan banyak sekali hiburan, mulai dari jathilan, angguk, kirab, dan juga banyak sekali grup musik yang akan tampil. Juga di acara tersebut akan digelar doa bersama para buruh kretek yang dilaksanakan Sabtu sore hari.

Sabtu malam jam 7, saya berangkat ke venue langsungan dari rumah, saya tidak ikut berkumpul di kantor dulu karena ada seorang teman yang ikut berangkat bersama saya. Sampai di venue, di backstage saya bertemu dengan Bapak-bapak letto yang lain & pasukan berang-berang yang sudah datang. Sambil ngopi-ngopi di backstage kami juga bersilaturahmi dengan para pengisi acara yang lain, ada Sangkalala; band rock Jogja yang sudah tidak asing lagi, kemudian Lenister, dan juga Merlisto yang suaranya mirip Iwan Fals. Malam itu juga banyak teman-teman kami yang hadir dan ngumpul di backstage, dari Gayam 16, kemudian teman-teman kami yang kebetulan rumahnya dekat dengan venue, dan tentu saja juga plettonic.

Sekitar jam 10 malam kami naik panggung, pertunjukkan kami buka dengan komposisi Lethologica yang kemudian dilanjut dengan lagu Menyambut Janji dan lagu-lagu andalan lainnya. Pertunjukkan berjalan dengan gayeng malam itu, seperti biasa Noe sesekali melemparkan guyonan, dan menyampaikan banyak hal mengenai buruh, kretek, dan Indonesia, yang disambut sangat baik oleh para penonton. Malam itu penonton tidak begitu penuh, kami tidak tau apakah karena promo acaranya yang kurang, atau karena mungkin di wilayah lain turun hujan sehingga mereka tidak bisa hadir, yang jelas penonton malam itu memang tidak sebanyak penonton konser-konser kami biasanya. Namun hal itu tidak mempengaruhi berjalannya pertunjukkan, lagu demi lagu tetap direspon antusias & nyanyi bareng oleh penonton sampai selesai lagu ke 12 yang kami tutup dengan doa & Sebelum Cahaya.

Selesai manggung, kami istirahat sebentar di backstage sambil review ringan pertunjukkan tadi. Setelah itu kamu lanjutkan dengan sesi foto, ngobrol-ngobrol sebentar dengan panitia, kemudian kami berpamitan.

Alhamdulillah malam itu semuanya berjalan dengan lancar dan cuaca cerah meskipun sedang musim hujan. Terima kasih untuk semuanya yang telah hadir & menghadirkan letto, dan juga untuk semua yang terlibat. Dalam seminggu ke depan letto sementara libur dan akan melanjutkan jadwal mulai tgl 9 Desember di Jember. Sampai ketemu lagi, terus semangat sampai nanti sampai mati.

-ded-