Parenting Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak

Gresik, 23 November 2017

Kamis 23 November 2017, rombongan Letto harus sudah sampai di Gresik. Kami berangkat dari Basecamp Kadipiro Kamis dinihari pukul 12.00 WIB menggunakan bis. Alhamdulillah perjalanan yang di tempuh sekitar 7-8 jam tiba di Gresik dengan selamat, meski Pak Supir sepertinya bukan seseorang yang hobi “ngerem” alias pancal gas sampai mentok.

Setelah check in Hotel dan istirahat sejenak, rombongan Letto makan siang kemudian tim produksi melakukan soundcheck di venue. Acara kali ini bertema Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak. Acara yang selalu kami ikuti ini sudah berjalan selama 4 kali sejak awal 2017 lalu, bersama Kak Seto. Sesuatu hal yang sangat menarik, kita semua mestinya tahu siapa Kak Seto, apalagi yang masa kecilnya sekitar tahun 90 an. Beliau di kenal banyak anak-anak sampai orang dewasa lewat lagu berjudul Si Komo.

Seperti biasa, acara di mulai pukul 19.00 WIB, kami sudah bersiap-siap menuju venue yang berada di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro Gresik. Lokasinya tidak jauh dari hotel, ditempuh dengan kendaraan mobil lebih kurang hanya 10 menit.

Tiba di venue kami langsung menuju backstage, dan di ruangan tersebut ternyata sudah hadir Kak Seto, dan Bapak Bupati Gresik beserta rombongan. Setelah beramah-tamah sebentar kami menuju ruangan “ahli paru-paru dan tembakau” untuk melakukan ritual minum kopi sebelum manggung.

Sambil menunggu jadwal naik panggung, terdengar dari balik ruangan suara Kak Seto sudah mengisi acara pada malam hari ini. Hal yang paling khas dari Kak Seto adalah backsound dengan suara-suara musik yang enerjik dan sound-sound efek yang mengiringi setiap apa yang disampaikan beliau kepada penonton khususnya ribuan siswa-siswa yang mewakili dari berbagai sekolah yang ada di kota Gresik.

Saya pribadi lebih tertarik dengan metode yang digunakan Kak Seto dalam penyampaian pesan, dan banyak hal yang berkaitan dengan tema utama malam ini. Musik dan slide show gambar dari proyektor terlihat menarik, kemasan potongan lagu-lagu anak yang sangat populer pun menjadi cara yang baik untuk menarik perhatian anak-anak agar lebih fokus menyimak dan aktif dalam acara tersebut. Tidak bisa di pungkiri pengalaman dan konsistensi Kak Seto dalam dunia pendidikan anak, luar biasa.

Setelah di panggil Gus Ipul selaku Wagub Jatim yang selalu hadir dalam acara ini, Letto dipersilahkan untuk naik keatas panggung. Sabrang mulai mengawali dengan beberapa kalimat yang menyinggung soal kekerasan terhadap anak, perhatian terhadap anak dan tidak lupa mengingatkan kepada orang tua yang hadir agar selalu menjadi Sandaran Hati anak-anaknya. Ahirnya repertoar lagu Sandaran Hati menjadi pembuka pertunjukan kami malam ini. Lagu dan banyak hal yang di sampaikan Sabrang sangat di respon penonton dengan baik. Kak Seto, Gus Ipul, Bupati dan rombongan yang terlihat duduk lesehan di deretan depan juga menyimak sesekali tertawa lebar dengan “guyonan-guyonan” Sabrang.

Akhirnya sampai di penghujung acara, secara spontan Gus Ipul dan Bapak Bupati maju ikut menyanyikan lagu sekaligus doa, Sebelum Cahaya. Alhamdulillah acara berjalan dengan baik dan lancar, sampai di Hotel kemudian kami bersiap-siap untuk pulang ke Jogja. Saatnya istirahat dan tidur di Bis anti ngerem. Sampai jumpa di tulisan reportase berikutnya…zzz..zz..zzz.

–cor–