Tragedi Lift dan Dhedot

Setelah kemarin Musik Edukasi di SMPN 1 Cikini dan SMPN 40 Jakarta, yang kondisinya ternyata tidak seperti Musik Edukasi sebelumnya, pagi ini rombongan Letto sudah bersiap melanjutkan Musik Edukasi.

Ternyata memang tidak mudah, memberi pemahaman kepada siswa-siswi sekolah, terutama para guru dan KepSek yang kita kunjungi untuk menyelenggarakan program Musik Edukasi (ME) yang sedang kita lakukan selama di Jakarta.

Pagi ini giliran SMAN 3 di seputaran Setia Budi Jakarta. SMAN 3 ini merupakan sekolah ke 3 yang akan dikunjungi. Kebetulan, beberapa saat lalu SMAN 3 ini juga agak ramai di medsos karena beberapa hal. Tapi itu bukan masalah.

Setelah semua siap, kami menuju lift untuk menuju tempat parkir kendaraan di apartement yang kita tempati. Karena dari lantai 11, kita harus menunggu beberapa lantai, baru turun di lantai 9, pintu lift terbuka, ada 2 orang penghuni apartemen yang masuk. Setelah pintu tertutup, angka yang menunjukkan lantai berapa kita berada justru malah naik, terus sampai menuju angka 25, yang lebih aneh dan membuat panik di lantai 25 lift seperti terasa ada goncangan naik-turun sekian detik dan tidak wajar. Dhedot sedikit keras berceletuk “waduhhh ngopoo iki”. Sepertinya lift error, kartu akses yang kita gunakan juga tidak berfungsi, tiba-tiba lift turun langsung di angka 20, kemudian lift berhenti lagi. Diam beberapa detik tanpa ada indikasi apa-apa, kami hanya saling berpandangan, terasa ketegangan dan kepanikan diantara kami, kemudian tanpa diduga pintu lift terbuka, dua WNA tadi terlihat keluar, tersisa hanya kita yang berada di dalam lift, pencet sana-sini, sampai ahirnya tiba-tiba angka lantai berubah jadi 15 dan pintu lift terbuka, tanpa babibu sasisu, kita semua langsung keluar dan pindah lift lain.

Lolos dari olah raga jantung pagi ini, kita segera menuju SMAN 3 di Jalan Setia Budi. Bagitu tiba, kita diarahkan untuk menuju ruang Kepala Sekolah. Kulonuwun dan bercengkerama sambil menunggu persiapan panggung. Obrolan ringan sedikit menunjukan kalau Ibu Kepsek kurang paham dengan program ME. Memang banyak yang mengira kalau ME adalah sebuah konser musik, dan tidak sedikit yang menganggap ME adalah klinik musik. Sangat kita maklumi karena ME sepertinya merupakan program yang belum pernah dilakukan oleh sebuah band.

Setelah sesi ramah tamah selesai kita segera menuju panggung untuk memulai acara pagi ini. Sabrang langsung menyapa adik-adik SMAN 3 dan sedikit menjelaskan alasan kenapa kita disini. Dilanjutkan sebuah lagu Permintaan Hati, terlihat siswa siswi nampak kurang familiar dengan lagu ini, sangat masuk akal, ketika lagu ini sering di putar di media-media sosial, mereka mungkin masih duduk di sekolah dasar.

Di tengah lagu, tak diduga dan dinyana, backdrop panggung yang hanya terbuat dari rangka aluminium kecil, roboh menimpa Dhedot, teman-teman produksi langsung sigap menangani kecelakaan kecil yang menimpa Dhedot. Hari ini sepertinya hari yang penuh tantangan buat Dhedot setelah kejadian lift hari ini.

Musik Edukasi kali ini berlangsung sangat baik. Siswa siswi yang duduk lesehan dan duduk di kursi-kursi yang disediakan sangat menyimak materi-materi yang disampaikan Noe. Kali ini respon siswa siswi lebih aktif dibanding sekolah sekolah sebelumnya, beberapa permainan dan materi juga direspon dengan baik.

Waktu berjalan, tak terasa acara harus berakhir. Materi Musik Edukasi juga sudah selesai. Siswa siswi SMAN 3 masih tertib dan setia di tempat duduknya, sambil menyimak persembahan lagu Sebelum Cahaya yang menutup secara resmi Musik Edukasi kali ini.

Samapi jumpa lain waktu. Terima kasih buat segenap pihak di SMAN 3 Setia Budi. Semoga sharing sepanjang acara tadi bermanfaat bagi kita semua. Amin….